• Golden Sunrise Sikunir

    Golden Sunrise Si Kunir di Dieng Plateau. Desa Tertinggi Di Pulau Jawa

  • Karimun Jawa

    Pulau seribu keindahan di Jepara Jawa Tengah

  • Puncak Mahameru

    Puncak yang berada di Gunung Semeru dan menjadi puncak tertinggi di Pulau Jawa.

Rabu, 14 September 2016

Kuliner Kudus


Kudus kotaku kota Kretek, kota wali kota Santri yang sudah mashur namanya, gerbang masuknya saja sudah megah se-asia tenggara, kini Kudus terus menjadi penyambung ekonomi dari berbagai penjuru negeri terutama pantai utara jawa, seperti Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Selain ketiga kota besar tersebut Kudus juga menjadi pusat rujukan bagi kota dan kabupaten sekitarnya seperti Demak, Jepara, Pati, Grobogan, dan Purwodadi.

Berbicara kota Kudus tentu tidak luput dari sejarah, tradisi, budaya, dan masyarakatnya. Di Kudus seperti di beberapa kota lain yang juga mempunyai warisan budaya dan tradisi antara lain kesenian, ritual adat, pakaian, dan tak ketinggalan juga kulinernya. Kalau di Jogja ada Gudegnya, di Semarang Lunpia, Magelang dengan Getuknya yang aduhai…disini, di kabupaten yang hanya mempunyai 9 kecamatan juga gak mau ketinggalan untuk masalah pengganjal perut ini. Sebut saja makanan ini adalah Lentog Tanjung , Do you know Lentog Tanjung ?  Ya, saya tahu. Lentog Tanjung adalah sebuah makanan khas Kabupaten Kudus yang terdiri dari lontong, sayur lodeh, dan beberapa lauk pelengkap lainnya seperti telor. Secara umum itu benar adanya, tahukah kamu kenapa bisa dinamai “Lentog Tanjung”?


Sumber Google
Jadi dari beberapa riset dan wawancara yang telah saya lakukan dengan beberapa teman yang setiap hari bergumul dengan makanan yang namanya lentog ini yang bisa saya simpulkan adalah dahulu ketika orang Kudus akan membuat lentog mereka harus menggunakan air dari sebuah tempat yang bernama Tanjung, nah…Tanjung sendiri adalah sebuah desa yang berada di selatan dari kabupaten Kudus, maka dari itu jika ingin membuat lentog yang enak airnya harus dari desa tersebut.

Sekarang Desa Tanjung menjadi destinasi waisata kuliner khas Kudus, bagaimana menuju kesana ? sedikit informasi jika ingin berkunjung ke lokasi tersebut ada beberapa rute, kalau saya biasanya lebih suka menggunakan indra sebagai GPS yaitu bertanya, kalau dari arah selatan lebih mudah, ketika sudah masuk pintu gerbang Kudus ikuti saja arah Kabupaten Pati lewat jalan lingkar timur nanti sampai pada rambu-rambu lampu merah yang kedua ambil arah kiri, disitu sudah ada deretan pedagang lentog tanjung.

Kalau dari arah lainnya lebih baik tanya mbah google hehehe cari saja Lentog Tanjung Kudus

Minggu, 04 September 2016

Explore Semarang-Bandung Via Gerbong Harina Ekonomi

Gerbong Harina Ekonomi

Suara adzan maghrib berkumandang, hari ini terasa berbeda dari kemarin, ya tentu berbeda karena mulai hari ini akan banyak agenda yang harus diselesaikan satu persatu, agenda utama adalah mengisi hari libur dengan perjalanan Kudus – Semarang – Bandung.

Sebut saja ini caraku menikmati liburan dengan cara traveling, perjalanan dimulai dari kota kretek sekitar pukul 18.15 WIB saya bersama dua teman sebut saja Royan dan Wawan. Berdua aku dan wawan memulai dari Kudus menggunakan sepeda motor, sedangkan Roy sudah menunggu di semarang, perjalanan dari Kudus ke Semarang ditempuh dengan durasi waktu sekitar satu jam, melewati gelapnya jalan pantura Kudus-semarang.

Stasiun Tawang semarang adalah destinasi pertama, kami tiba sekitar pukul 19.00 segera menuju loket untuk menukarkan tiket, sekedar info saja, sebelum mendapatkan tiket kami jauh-jauh hari sudah memesan lewat Traveloka.com, cukup mudah bukan? Sekarang apa coba yang susah? Di dalam peron stasiun kami masih menunggu beberapa menit sebelum gerbong kereta datang, sembari menunggu temanku Roy yang belum kunjung menampakkan batang hidungnya.



Suara petugas stasiun memberi tahu bahwa kereta jurusan semarang – Bandung akan segera tiba para penumpang harap mempersiapkan diri. Karena kami sudah lengkap mendengar pengumuman itu kamipun siap siaga menunggu kedatangan kereta api. Gerbong kereta yang akan kami naiki bernama Harina kelas ekonomi.


Perjalanan dimulai, waktu itu kami bertiga jadi tempat duduk yang ditempati beberapa ada yang kosong sehingga memungkinkan untuk dijadikan tidur telentang, gerbong kereta api milik PT KAI ini bernama Harina kelas Ekonomi, dari sudut pandang saya secara interior gerbong ini sudah cukup baik, mulai dari pintu masuk, toilet, tempat duduk dan charger untuk mengisi ulang baterai handphone semua sudah tersedia, di kelas ekonomi pelayanan cukup memuaskan, hanya saja yang ingin merasakan empuknya bantal harus menyewa kepada petugas kereta dengan harga lima ribu rupiah perbantal.

Sumber Google
Suara gesekan roda, ya. Itu salah satu keunikan terseniri bagi saya ketika melakukan sebuah perjalanan menggunakan kereta api dan itu akan sangat terasa ketika menggunakan kereta api dengan gerbong kelas ekomoni, tak tahu kenapa mungkin karena suspensinya yang mempunyai standar berbeda dengan kelas bisnis dan eksekutif. Selama perjalanan saya membayangkan panjangnya durasi yang akan kami tempuh, bayangkan dari semarang ke Bandung tidakkah itu sangat jauh? Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Jawa Barat, Kalau menggunakan sepeda motor atau mobil tentunya akan memakan waktu tempuh semakin panjang bisa sampai satu hari lebih itu kalau lancar coba saja kalau macet menghadang pasti akan tambah parah lagi, untung saja kami bertiga sepakat memilih moda trasportasi menggunakan kereta api, jadi waktu tempuh yang bisa sampai sehari bisa dipangkas menjadi 8 jam.

Selain suara gesekan rodanya bagi penumpang yang ingin merasakan pantry berjalan bisa kok, cukup mendatangi gerbong resto yang berada di belakang kelas bisnis, disana akan disajikan menu-menu masakan dengan berbagai macam rasa, mulai dari mi instan sampai nasi goreng semua ada, namun saya tidak memesan satupun karena memang tidak lapar, hanya secangkir teh panas yang bisa membuat tubuh ini menjadi hangat yang saya pesan, tahu kenapa? Karena saya sudah mulai merasa kedinginan maklum kereta kelas ekonomi ini sudah dilengkapi dengan AC sedangkan saya tidak membawa jaket atau kaus kaki, jadi bagi yang khawatir dengan hawa panas dan gerah ketika di dalam gerbong ekonomi itu semua tidak akan terjadi.

Kesan naik kereta api kelas ekonomi banyak sekali, dari cara pelayanan sudah terlihat dan bisa dirasakan, yang jelas untuk kalian traveler yang pengen merasakan travel ByTrain tidak usah bingung dan khawatir dengan kesan kumuhnya stasiun dan ramainya orang-orang di dalam gerbong yang saling berdesakan, karena dari PT KAI sendiri sudah mempunyai aturan yang sangat ketat hasilnya bisa saya rasakan. Jadi melakukan sebuah perjalanan menggunakan kereta api kelas ekonomi saat ini sudah bisa dikatakan memuaskan,aman dan nyaman.